my facebook

Kamis, 11 Oktober 2012

KATEGORI PASIEN JIWA ASKEP PADA PASIEN GANGGUAN JIWA



Kasus
Klien datang kerumah sakit jiwa prov NTB dengan keluhan klien sering melamun, banyak menyendiri di kamar dan tidak mau bergaul.
Keluhan Tambahan :
Klien kadang-kadang tampak senyum-senyum sendiri, Klien mengatakan merasa malu minder,klien juga merasa kurang percaya diri.

1.       Analisa Data.

DATA
PROBLEM

DS : Klien datang kerumah sakit  jiwa dengan keluhan
sering melamun.
Do : Klien tampak senyum-senyum sendiri.


Ds : Klien mengatakan merasa malu, minder, dan klien merasa kurang percaya diri.
Do : Klien  banyak menyendiri di kamar dan tidak mau bergaul.


Halusinasi pendengaran




Harga diri rendah

2.       Pohon Masalah Keperawatan
                                                                       Resti mencederai diri                              Defisit perawatan diri
                           Persepsi i : Halusinasi
 

                  Resiko isolasi sosial : Menarik diri              Intoleransi menurun
 

                                             (  Gangguan konsep diri: harga diri rendah )

                                                       Koping individu tidak efektif

Berduka disfungsional
3.       Diagnosa Keperawatan
-          Menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah.
-          Harga diri rendah berhubungan dengan koping individu tidak efektif.
-          Halusinasi berhubungan dengan menarik diri.
-          Resiko mencederai diri sendiri berhubungan dengan halusinasi.

Harga diri rendah
SP 1 : Pasien
1.       Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang di miliki pasien
2.       Membantu pasien menilai kemampuan pasien yang masih dapat digunakan
3.       Membantu pasien sesuai kemampuan  yang di pilih
4.       Memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan pasien
5.       Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan sehari-hari
SP 2 : Pasien
1.       Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2.       Melatih kemampuan kedua
3.       Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan sehari-hari
SP 1 : Keluarga
1.       Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat klien.
2.       Menjelaskan pengertian,tanda dan gejala harga diri rendah yang dialami klien beserta proses terjadinya
SP 2 : Keluarga
1.       Melatih keluarga mempraktikkan cara marawat pasien dengan harga diri rendah.
2.       Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien harga diri rendah
SP 3 : Keluarga
1.       Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas dirumah termasuk minum obat
2.       Menjelaskan follow up paien setelah pulang
Halusinasi
SP 1 : Pasien
1.       Mengidentifikasi jenis halusinasi pasien.
2.       Mengidentifikasi isi halusinasi pasien.
3.       Mengidentifikasi waktu halusinasi pasien
4.       Mengidentifikasi frekuensi halusinasi pasien.
5.       Mengidentifikasi respon pasien terhadap halusinasi
6.       Mengajarkan pasien menghardik halusinasi
7.       Mengajurkan pasien memukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian.
SP 2 : Pasien
1.       Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2.       Melatih pasien mengendalikan  halusinasi dengan cara  bercakap-cakap dengan orang lain
3.       Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP 3 : Pasien
1.       Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien.
2.       Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan melakukan kegiatan ( kegiatan yang biasa dilakukan pasien.
3.       Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP 4 : Pasien
1.       Mengevaluasi jadwal kegiatan pasien.
2.       Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaaan obat secara teratur.
3.       Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan sehari-hari.
SP 1 : Keluarga
1.       Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien.
2.       Menjelaskan pengertian,tanda, gejala halusinasi dan jenis halusinasi yang dialami pasien beserta proses terjadinya.
3.       Menjelaskan cara-cara merawat pasien halusinasi
SP 2 : Keluarga
1.       Melatih keluarga mempraktikkan cara merawat pasien dengan halusinasi.
2.       Melatih keluarga melakukkan cara merawat langsung kapada pasien halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
SP 3 : Keluarga
1.       Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas dirumah termasuk minum obat.
2.       Menjelaskan follow up pasien setelah pulang.

4         Intervensi Keperawatan

TGL
                                                                    Perencanaan
Dx KEPERAWATAN
Tujuan
Kriteria Evaluasi
Intervensi

Menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
TUM : Klien memiliki konsep diri yang positif.
TUK :
1.       Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat

















2.       Klien dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimiliki












3.       Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan




4.       Klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang  dimiliki










5.       Klien dapat melakukan kegiatan sesui dengan rencana yang dibuat












6.       Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada



1.       Setelah ....X  interaksi klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat, menunjukkan rasa senang, ada kontak mata , mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama , mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi




2.       Setelah ...X interaksi
klien menyebutkan :
-          Aspek positif dan kemampuan yang dimiliki klien
-          Aspek positif keluarga
-          Aspek positif lingkungan klien.








3.       Setelah...X  interaksi klien menyebutkan yang dapat dilaksanakan





4.       Setelah...X interaksi klien membuat rencana kegiatan harian












5.       Setelah...X interaksi klien melakukan kegiatan sesuai jadwal yang di buat













6.       Setelah...X interaksi klien memanfaatkan sistem pendukung yang ada di keluarga




1.       Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik.
-          Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal.
-          Perkenalkan diri dengan sopan.
-          Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai klien.
-          Jelaskan tujuan pertemuan.
-          Jujur dan menepati janji
-          Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya
-          Beri perhatian dan perhatikan kebutuhandasar klien
2.1 Diskusikan dengan klien tentang
-          Aspek positif yang dimiliki klien,keluarga, lingkungan.
-          Kemampuan yang dimiliki klien.
2.2   Bersama klien buat daftar tentang :
-          Aspek posiif klen, keluarga, lingkungan.
-          Kemampuan yang dimiliki.
2.3 Beri pujian yang raealistik, hindarkan memberi penilaian negatif.

3.1   Diskusikan dengan klien kemampuan yang dapat dilaksanakan
3.2   Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaanya.

4.1   Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesui kemampuan klien
-          Kegiatan mandiri
-          Kegiatan dengan bantuan
4.2   Tingkatkan kegiatan sesuai dengan kondisi klien
4.3   Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakukan.

5.1   Anjurkan klien untuk melaksanakan kegiatan yang telah di rencanakan.
5.2   Pantau kegiatn yang   dilaksanakan klien.
5.3   Beri pujian atas usaha yang di lakukan klien.
5.4   Diskusikan kemungkinan pelaksanaan kegiatan setelah pulang.

6.1   Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah
6.2   Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat
6.3   Bantu klien menyiapkan lingkungan dirumah.

Halusinasi berhubungan dengan menarik diri























TUM : klien dapat mengontrol halusinasi yang dialaminya.
TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya



















TUK 2 : Klien dapat mengenal halusinasinya




















































TUK 3 : Klien dapat mengontrol halusinasinya
























































TUK 4 : Klien dapat dukungan dari keluarga dalam mengontrol halusinasinya
















TUK 5 :Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik

Setelah...X interaksi klien menunjukkan tanda-tanda percaya pada perawat.
-          Ekspresi wajah bersahabat
-          Menunjukkan rasa senang
-          Ada kotak mata
-          Mau berjabat tangan
-          Mau menyebutkan nama
-          Mau menjawab salam
-          Mau duduk berdampingan dengan perawat
-          Bersedia mengungkapkan masalah yang dihadapi




2.Setelah ....X interaksi klien mampu menyebutkan :
- Isi
- Waktu
- Frekuensi
- Situasi dan kondisi yang menimbulkan halusinasi






























3.Setelah ...X interaksi klien menyatakaan perasaan dan responya saat mengalami halusinasi
- marah
- takut
- sedih
- senang
- cemas
- jengkel







3.1   Setelah ....X interaksi klien menyebutkan tindakan yang biasanya dilakukan untuk mengendalikan halusinasinya



3.2   Setelah ....X klien menyebutkan cara baru mengontrol  halusinasinya




3.3   Setelah ...X klien
dapat memilih dan memperagakan dan mengatasi halusinasinya



















3.4   Setelah...X interaksi klien melaksanakan cara yang telah dipilih untuk mengendalikan halusinasinya.



3.5   Setelah....X pertemuan klien mengikuti  terapi aktivitas kelompok.



4.1 Setelah ...X pertemuan keluarga, keluarga menyatakan setuju untuk mengikutti pertemuan dengan perawat.

4.2 setelah...X interaksi kelarga menyebutkan pengertian,tanda,dan gejala, proses terjadinya halusinasinya dan tindakan untuk mengendalikan  halusinasi.







5.1 Setelah..X interaksi klien menyebutkan :
- Manfaat  minum obat
- Kerugian tidak minum obat
- Nama,warna,dosis,efek terapi dan efek samping obat.
5.2 Setelah...X interaksi klien mendemontrasikan penggunaan obat dengan benar.
5.3 Setelah...X Interaksi klien menyebutkan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dokter










1.       Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik
-          Sapa klien dengan ramah,baik varbal maupun non verbal.
-          Perkenalkan nama panggilan dan  tujuan perawat berkenalan
-          Tanyakan nama lengkap dan nama pangglan yang disukai klien
-          Buat kontak yang jelas
-          Tunjukkan sikap jujur dan menempati janji setiap berinteraksi
-          Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien.
-          Dengarkan dengan penuh perhatain ekspresi perasaan klien

Adanya kontak sering dan secara bertahap.
Observasi tingkah laku klien terkait dengan halusinasinya ( dengar,lihat,penghidu,raba, kecap) jika menemukan klien yang sedang halusinasinya.
-          Tanyakan apakah klien mengalami( halusinasi)
-          Jika klien menjawab ya, tanyakan apa  yang sedang dialaminya
-          Katakan bahwa perawat  percaya klien mengalami hal tersebut, namun perawat sendiri tidak mengalaminya
-          Katakan bahwa ada klien yang sama.
-          Katakan bahwa perawat akan membantu klien jika klien tidak sedang berhalusinasi, klarifikasi tentang adanya pengalaman halusinasi, diskusikan dengan klien (isi,waktu,dan frekuensi terjadinya halusinasi) pagi,siang,sore,malam,atau sering dan kadang-kadang.
-          Situasi dan kondisi yang menimbulkan atau tidak menimbulkan halusinasi

*      Diskusikan dengan klien apa yang dirasakan jika terjadi halusinasi dan beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaanya.
*      Diskusikan dengan klien apa yang dilakukan  untuk mengatasi hal tersebut.
*      Diskusikan tentang dampak yang akan dialaminya baik klien menikmati halusinasinya.

3.1   Identifikasi bersama klien cara atau tindakan yang dilakukan jika terjadi halusinasinya ( tidur, marah,menyibukkan diri )


3.2   Diskusikan cara yang digunakan klien :
-          Jika cara yang digunakan adaftip beri pujian
-          Jika cara yang digunakan maladaftif diskusikan kerugian cara tersebut.
3.3   Diskusikan cara baru untuk memutus atau mengontrol timbulnya halusinasi :
-          Katakan pada diri sendiri bahwa ini tidak nyata (‘’ saya tidak mau dengar/ lihat,raba/kecap/pada saat halusinasi terjadi)
-          Menemui orang ( perawat,teman, anggota keluarga) untuk menceritakan tentang halusinasinya
-          Membuat dan melaksanakan jadwal kegiatan sehari-hari yang telah disusun
-          Meminta keluarga,teman,perawat untuk menyapa jika sedang berhalusinasi.

3.4   Bantu klien untuk memiih cara yang sudah dianjurkan dan latih untuk mencobanya
3.5   Beri kesempatan untuk melakukan cara yang dipilih dan dilatih
3.6   Pantau pelaksanaan yang telah dipilih dan dilatih jika berhasil beri pujian
3.7   Anjurkan klien mengikuti terpi aktivitas kelompok,orientasi realita, stimuli persepsi.

4.1 Buat kontak dengan keluarga untuk pertemuan
4.2 Diskusikan dengan keluarga pada saat pertemuan
- Pengertian halusinasi
- Tanda dan gejala halusinasi
- proses terjadinya halusinasi
- Cara yang dapat dilakukan klien dan keluarga untuk memutus halusinasi.
- Obat-obatan halusinasi
- Cara merawat anggota keluarga yang halusinasi dirumah
- Beri informasi waktu kontrol ke rumah sakit dan bagaimana cara mencari bantuan jika halusinasi tidak dapat diatasi dirumah

5.1 Diskusikan dengan klien tentang manfaat dan kerugian tidak minum obat,nama,warna,dosis,cara,efek terapi dan efek samping penggunaan obat.
5.2 Pantau klien saat penggunaan obat
5.3 Beri pujian jika klien menggunakan obat dengan benar
5.4Diskusikan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter.
5.5 Anjurkan klien untuk berkonsultasi kepada dokter/perawat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  


5         Implementasi dan Evaluasi


Tgl
Dx/ TUK
Implementasi
Evaluasi ( SOAP )
TTD


Menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah






























Halusinasi berhubungan dengan menarik diri
































1.       Membina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik
2.       Mendiskusikan  dengan klien tentang aspek positif yang dimiliki
3.       Membri pujian realistik  mengnindari memberi penilaian yang negatif.
4.       Mendiskusikan dengan klien mengenai kemampuan yang dapat di laksanakan
5.       Merencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan klien
6.       Meningkatkan kegiatan sesuai dengan kondisi klien
7.       Memberi contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakukan
8.       Menganjurkan klien untuk melakukan kegiatan yang telah direncanakan
9.       Memantau kegiatan yang dilaksanakan klien
10.   Mendiskusikan kemungkinan pelaksanaan kegiatan setelah pulang
11.   Memberi pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah
12.   Membantu keluarga memberikan dukungan selama klien di rawat.

1.       Membina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik
2.       Mengobservasi tingkah laku klien terkait dengan halusinasi, jika menemukan klien yang sedang halusinasi
3.       Mengidentifikasi bersama klien cara atau tindakan yang dilakukan jika terjadi halusinasi.
4.       Mendiskusikan cara baru untuk memutus atau mengontrol timbulnya halusinasi.
5.       Membantu klien memilih cara yang sudah dianjurkan dan latih untuk mencobanya.
6.       Menganjurkan klien mengikuti terapi aktivitas kelompok,orientasi realita,stimulasi persepsi.
7.       Memantau klien saat menggunakan obat.
8.       Memberi pujian jika klien menggunakan obat dengan benar.
9.       Mendiskusikan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter.
10.   Menganjurkan klien untuk berkonsultasi kepada dokter atau perawat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  



S = klien mengatakan mau berhubungan dengan klien lain dan perawat.
O = Klien sering berkumpul dengan teman-temannya.dan berinteraksi dengan teman-temanya.
A =  Masalah teratasi.
P = Pertahankan rencana keperawatan.

























S = Klien mengatakan untuk mengontrol halusinasi ada empat cara, pertama harus berani mengatakan  “ tidak” mau mendengar suara-suara  Kedua harus beraktifitas misalnya mengikuti kegiatan olah raga, musik.ketiga meminta bantuan sama perawat atau keluarga jika mendengar suara-suara, keempat minum obat.
O = Ada kontak mata tatapi kurang, mulai bicara tapi masih sulit dan lambat, orientasi klien dalam pembicaraan mulai sesuai topik, ekspresi tenang.
A = masalah teratasi klien dapat mengontrol atau memutus halusinasi.
P = Mempertahankan rencana keperaawatan















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar